komoditi kopi

Seperti kelapa dalam, komoditi kopi juga merupakan komoditi yang telah lama diusahakan oleh masyarakat pedesaan di seluruh Kalimantan Timur. Areal tanaman kopi tersebut terdapat hampir merata di beberapa wilayah pedesaan Kabupaten di Kalimantan Timur dan diusahakan oleh petani dengan luasan yang rata – rata relatif terbatas.

Areal pertanaman kopi di Kalimantan Timur yang cukup luas terdapat di Kabupaten Kutai Timur (Kecamatan Sangatta dan Kaliorang), Kabupaten Kutai Barat (Kecamatan Damai dan Linggang Bigung), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Loa Kulu dan Loa Janan), Kabupaten Pasir (Kecamatan Muara Komam, Kuaro, Long Ikis, Pasir Belengkong dan Long Kali), Kabupaten Penajam Paser Utara (Kecamatan Waru dan Penajam), Kabupaten Berau (Kecamatan Talisayan, Gunung Tabur dan Kelay), Kabupaten Malinau (Kecamatan Malinau dan Mentarang), Kabupaten Nunukan (Kecamatan Nunukan, Lumbis, Sebatik dan Sembakung), Kota Samarinda (Kecamatan Samarinda Utara dan Palaran).

Berdasarkan data statistik tahun 2007 luas areal tanaman kopi tercatat seluas 15.778,50 dengan produksi 4.147,50 ton. Produksi biji kering seluruhnya dipasarkan untuk kebutuhan konsumsi dalam daerah yang pangsa pasarnya masih sangat terbuka. Usaha perluasan areal oleh petani dilakukan secara swadaya dalam jumlah relatif kecil, sehingga penambahan areal dari tahun ke tahun berjalan sangat lamban.

Perkembangan data statistik, produksi, produktivitas dan tenaga kerja perkebunan Kalimantan Timur komoditi kopi tahun 2002 – 2007 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Perkembangan Komoditi Kopi Menurut Provinsi Kalimantan Timur

Tahun

Luas Areal (Ha)

Jumlah

(Ha)

Produksi

(Ton)

Rata – Rata

Produksi

(Kg/Ha)

Tenaga

Kerja

Perkebunan

TBM

TBM

TT/TR

2007 1.967,50 9.431,50 4.379,50 15.778,50 4.147,50 439,75 27.059,00
2006 2.482,50 10.840,50 4.146,00 17.469,50 4.612,50 425,49 24.894,00
2005 2.220,00 10.682,50 4.885,00 17.787,50 5.649,50 528,86 31.591,00
2004 2.073,50 11.139,00 2.892,00 16.104,50 5.831,00 523,48 27.550,00
2003 4.167,50 9.732,00 2.613,00 16.512,00 6.112,00 628,03 26.497,00
2002 5.394,00 8.573,50 2.939,50 16.907,00 6.150,50 717,38 30.152,00

Sumber Data : Data Statistik Perkebunan Kaltim Tahun 2007

Tabel 2. Perkembangan Komoditi Kopi Menurut Perkebunan Rakyat

Tahun

Luas Areal (Ha)

Jumlah

(Ha)

Produksi

(Ton)

Rata – Rata

Produksi

(Kg/Ha)

Tenaga

Kerja

Perkebunan

TBM

TBM

TT/TR

2007 1.967,50 9.431,50 4.379,50 15.778,50 4.147,50 439,75 27.059,00
2006 2.482,50 10.840,50 4.146,00 17.469,50 4.612,50 425,49 24.894,00
2005 2.220,00 10.682,50 4.885,00 17.787,50 5.649,50 528,86 31.591,00
2004 2.073,50 11.139,00 2.892,00 16.104,50 5.831,00 523,48 27.550,00
2003 4.167,50 9.732,00 2.613,00 16.512,00 6.112,00 628,03 26.497,00
2002 5.394,00 8.573,50 2.939,50 16.907,00 6.150,50 717,38 30.152,00

Sumber Data : Data Statistik Perkebunan Kaltim 2007


Rata – rata pendapatan petani yang sudah mengusahakan tanaman kopi yang sudah berproduksi per hektarnya adalah 425,49 kg per hektar x Rp. 13.875 per kg = Rp. 5.903.673,75 per hektar. Untuk tanaman kopi yang belum menghasilkan pendapatan petani berasal dari hasil tanaman tumpang sari yaitu padi dan jagung.


Leave a Reply